Bermimpi Setinggi Bintang Kejora

“Bermimpilah setinggi bintang di langit, walau orang-orang  menilaimu gila tentang mimpimu itu, tapi kegilaanmu harus dibuktikan dengan prestasi untuk membungkam mulut mereka”  (Supriadi) ~ Penulis Buku Impossible Dream

Apa yang Anda lakukan HARI INI, merupakan kunci kekuatan ataupun juga kelemahan HARI ESOK buat Anda..

Lakukanlah yang terbaik untuk hari ini! Apapun yang terjadi pada Anda esok hari atau esok lusa, itu karena apa yang Anda lakukan hari ini…

Kawan, saya akan mengawali kisah ini, pada saat saya mondok di Pesantren Dar-El Hikmah Pekanbaru, sekitar tahun 2016 lalu. Yah, sebelumnya saya juga pernah bercerita tentang saya di pesantren dulu, tapi kali ini cerita yang ngak kalah menginspirasinya. Baiklah, dulu guruku pernah menasehati kami.

Beliau berkata, “Wahai anak-anakku, ketika kalian tamat dari pesantren ini, pergilah merantau menuntut ilmu sejauh mungkin, kejar mimpi mulia kalian, walau impian ananda amat tinggi, jangan risau, jangan takut, meski banyak yang meremehkan kalian, tenang saja, masih ada Allah yang menjaga dan yang mengabulkan doa kita semua.

Lanjutnya, andai suatu saat nanti kalian berada di Mesir, maka berdirilah kalian di tepi pantai kota Iskandariyah ataupun di barisan batu Piramida Mesir, maka teriaklah sekencang-kencangnya sembari berucap (ustadz, saya sudah sampai di barisan batu Piramida), tatkala kalian pergi ke Amerika menuntut ilmu, maka berteriaklah sembari mengucapkan (ustadz, saya sudah sampai di patung Liberty), dan kemana pun kalian menjajaki, lakukanlah hal yang sama wahai anak-anakku, saya yakin bahwa kalian  mampu melakukan itu semua”.

Yah, begitulah guru-guruku membakar semangat juang santri-santrinya untuk bisa bersaing dengan dunia. Satu tahun sudah berlalu dari pertemuan itu, saya mulai memasuki era baru, yaitu fase perkuliahan. Kala itu Allah menakdirkan saya untuk kuliah di Universitas Islam Indonesia Yogyakarta. Meski awalnya saya sempat daftar di perguruan tinggi luar negeri tapi Allah belum mengizinkan tentang hal itu, karena satu dua hal.

Di sana saya memulai strategi baru agar saya bisa berprestasi hingga tingkat Internasional. Di pesantren saya tidak banyak menorehkan prestasi, bahkan bisa dikatakan nol. Tapi saya memiliki mimpi besar, saya tak tumbang jika ada yang meremehkan dan tak terbang jika ada yang memuji. Akhirnya tiga semesester sudah terlewati, Alhamdulillah belum ada yang menonjol pada diri saya. Meski sering mengikuti berbagai perlombaan, tapi kekalahan masih sering berpihak pada saya waktu itu.

Hingga memasuki semester empat akhirnya Allah memberikan kesempatan untuk bisa menempuh berbagai tempat dan mengelilingi beberapa pulau di Indonesia sebagai delegasi Universitas Islam Indonesia di event-event tingkat Provinsi dan Nasional. Tidak sampai di situ saja, meski sudah beberapa piala yang telah saya raih, tapi tidak membuat saya merasa puas, dan saya terus mencari celah agar bisa menjadi delegasi Indonesia, bukan lagi delegasi kampus ataupun delegasi daerah tapi delegasi negara Indonesia.

Lagi-lagi keberuntungan masih berpihak kepada saya, karena usaha yang baik tidak akan menghianati hasilnya. Alhamdulillah saya telah mencapai impian terbesar saya saat kuliah, yaitu bisa menjajaki beberapa negara di 3 Benua sekaligus, terlebih semua itu free,  alias dibiayai oleh Kampus dan Negara.

Semuanya tak pernah terbayang dan terpikirkan sebelumnya, yang ada dulu saya hanya sering mendapatkan cemooh dan ejekan. Tapi itu tidak membuat saya tumbang, justru cemooh dan hinaan itu yang membuat saya bangkit dan berprestasi seperti sekarang. Mengawali karier saya di luar negeri, berawal ketika saya ingin memiliki paspor, meski orang tua saya juga dulu sempat melarang,  karena tidak tahu tujuan saya mau ke mana, untuk apa, dan dapat biaya dari mana untuk ke luar negeri, tapi saya yakin Allah akan memberikan jalannya.

Kedengarannya sangat enak bukan, bisa keliling Indonesia, bahkan di tiga Benua secara gratis. Saya enggak pernah menyangka bisa seperti sekarang, semua itu berawal ketika saya berani bermimpi besar, tanpa tumbang jika ada yang meremehkan.

Kawan, tahukah Anda dengan kisah Barack Obama, mungkin namanya tak asing lagi di telinga kita. Yah, Dia adalah mantan Presiden Amerika Serikat (AS) yang ke-44 dan ia menjabat selama 2 periode (2009-2017). Barack Obama kecil pernah bersekolah di SD Fransiskus Starda Asisi di Indonesia (sekarang diubah menjadi SD Fransiskus Asisi). Sewaktu di sekolah, gurunya pernah bertanya kepada muridnya-muridnya di sana juga termasuk Barack Obama kecil, mengenai cita-cita mereka.

Berry (panggilan akrab Presiden Barack Obama waktu kecil), sudah mulai berani bermimpi besar ingin menjadi Presiden AS sejak kelas 3 SD. Ia tak goyang dengan cita-citanya meski banyak hambatan besar menghampiri. “Yang paling saya ingat dari Barry (panggilan Obama), ketika seluruh kelas 3, saya pernah kasih tugas untuk mengarang cita-citanya. Waktu itu Barry menulis kalau dia ingin jadi Presiden,” kata Fermina, guru SD Barack Obama.

Ia konsisten dengan mimpinya hingga dewasa. Dan untuk mewujudkan mimpinya yang besar itu setelah digantungkannya hampir 40 tahun lamanya. Kala itu seluruh dunia menyaksikan Barack Obama mewujudkan cita-citanya menjadi presiden pertama dari ras kulit hitam di negara Adikuasa, Amerika Serikat.

Kawan, ada banyak sekali kisah kesuksesan seseorang yang fenomenanya kita saksikan. Itu semua berawal ketika mereka berani bermimpi. Mereka mau berjuang mewujudkannya, mereka konsisten dengan mimpinya dan berusaha dengan tekun untuk mewujudkan mimpinya itu. Kawan, jangan takut punya mimpi besar, rencana Allah itu sungguh sangat hebat, yakinlah akan ada banyak jalan untuk mewujudkannya, tidak untuk hari ini tapi iya untuk esok hari.

 Kawan, selagi mimpi itu gratis, tidak ada ruginya kamu punya mimpi besar, mulailah bermimpilah setinggi mungkin, jangan hiraukan omongan orang, fokus saja dengan mimpimu yang besar itu. Ingatlah pesan dari Presiden Republik Indonesia yang pertama yakni Soekarno “Bermipilah setinggi langit.. jika engkau jatuh, engkau  akan jatuh di antara bintang-bintang”.

So, apakah kamu sudah punya mimpi?

Kawan, tunggu apa lagi! Apa kamu takut mimpimu terlalu besar? Atau jangan-jangan takut dicemooh teman? Tidak tahu cara bagaimana mewujudkannya? Bukankah usiamu semakin tua? Ya, sekarang kamu sudah sangat bagus, kamu mau untuk berpikir sejenak tentang itu. Dan apakah kamu sudah memiliki mimpi besar itu?

Kawan, andai belum tahu mimpimu apa, maka pikirkanlah sekarang apa mimpimu! Mimpi itu gratis bukan. Tulislah di kamarmu dengan tulisan yang besar, apa targetmu di tahun ini. Centang yang sudah terwujud dan bekerja lebih keras lagi untuk mewujudkannya. Banyak bertanya kepada orang yang mendahului sukses seperti mimpi yang kamu inginkan. Dan mantapkan ikhtiarmu kepada Allah, perbanyak doa, yakinlah mimpi terbesarmu di tahun ini akan segera terwujud.

About the author

Supriadi, ia Lahir 13 Mei 1998 di Desa Padang Sawah, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Ia adalah putra bungsu dari Bpk H. Sadario dan Ibu Hj. Rosmiati. Ia menempuh pendidikan dimulai dari SDN 017/003 di Desa Kelahirannya, dilanjutkan nyantri di Pondok Pesantren Dar-El Hikmah Pekanbaru-Riau selama 6 tahun. Waktu berjalan dan terus berjalan, hingga Allah menakdirkan ia masuk di Prodi Hukum Islam, Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.
Di sana ia memiliki 4 mimpi baru, yaitu peneliti, motivator, entrepreneur, dan da’i. Sejak di kampus, ia aktif menulis gagasan ilmiah, mengikuti event-event Nasional dan Internasional, mengajar agama untuk anak-anak Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), berdakwah dan aktif menulis jurnal ilmiah. Ia tidak hanya aktif mengikuti organisasi-organisasi kampus, maupun di luar kampus, tapi ia juga berperan aktif di tengah masyarakat dengan mengabdi sebagai marbot masjid. Selama ia kuliah S1 di UII ia telah menorehkan lebih dari 30 penghargaan prestasi dari institusi ternama di Dalam Negeri & di Luar Negri.
Ia juga telah beberapa kali menjadi Speaker (pembicara) di kegiatan International Conference di 3 Benua. Ia juga dipercaya Pimpinan Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indonesia menjadi Ketua Mahasiswa Editor Jurnal at-Thullab. Ia juga sempat terpilih menjadi mahasiswa Hukum Islam Berprestasi serta mahasiswa terbaik 2018/2019. Dan sekarang ia menjadi asisten Wakil Dekan II di Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indonesia (2020).

2 Comments:

  1. Maa Syaa Allah Tabarakallah..Setuju sekali nih profesor muda. (Aamiin). Saya sudah menemukan beberapa bukti dari diri sendiri maupun teman-teman. Impian yang ditulis ternyata memberikan efek yang luar biasa, dan bahkan Allah mengabulkannya diwaktu yang lebih cepat dari target yang ditulis. Maa syaa Allah kuasanya Allah. Dengan modal yakin, niat yang kuat, berusaha mewujudkan mimpi tersebut, insyaaAllah kesuksesan menantimu. Bismillah. Siapapun kita, bagaimanapun kita, kita bisa. Karena setiap orang punya kesempatan yang sama dalam mencapai kesuksesan. Menggapai impian. Ma’annajah ✊✊✊

    1. Masya’Allah ustazah Utii..
      Makasih bnyk ustazah utiii, In Sya’Allah uti bakal menjadi seorang entrepreneur muda yang hafal qur’an dan jadilah senantiasa seorang penginspirasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat