Hikmah Hujan Es di Kota Kairo

Al-Ust. Wandi Bustami, Lc., M.Ag

Siang itu kota Kairo diguyur hujan yang cukup deras sebagai penanda musim akan segera berganti. Masyarakat Mesir terkhususnya anak-anak sangat bergembira karena kehadiran hujan yang dinanti kini telah tiba.

Bagi mereka turunnya hujan membawa keberkahan dan keistimewaan tersendiri. Mengapa? negeri yang tandus, gersang dan panas itu terasa lebih adem dan sejuk setelah hujan turun.

Terkadang pergantian musim tidak selalu diawali dengan turunnya hujan biasa. Pada suatu hari, hujan yang turun berupa bongkahan-bongkahan es kecil. Bongkahan es kecil itu berukuran sebesar jari kelingking orang dewasa.

Di Mesir hujan jenis ini boleh dikatakan langka terjadi. Selama di Mesir itu kali pertama dan terakhir saya menyaksikannya. Fenomena itu juga diakui oleh warga setempat.

Salah seorang dari kami memberanikan diri untuk menanyai peristiwa tersebut ke salah seorang warga.

Ya, Pandem !! Maadza hashola bi bilaadikum hatta yanzila as-salja (Pak, apa yang terjadi dengan kota Kairo sehingga turun es?), Kata salah seorang dari kami.

Mathor dih musy lazim nizil fi biladna. Dah min urubba yihmil rih. (Hujan ini memang tidak biasa turun di negeri kami, hujan ini kiriman dari Eropa yang dibawa angin). Ungkapnya dalam bahasa Mesir.

Walaupun hujan es yang turun, orang Mesir pada umumnya tetap sangat menikmati. Karena bagi mereka semua yang berlaku di dunia ini atas kehendak Allah swt yang pasti membawa kebaikan.

Nabi pernah berpesan, semua perkara orang beriman itu hebat, bila ditimpa musibah mereka bersabar, maka baik untuknya; dan jika mendapat nikmat mereka bersyukur, maka itu pun baik untuknya. HR. Muslim.

Maka sejatinya apapun yang berlaku atas negeri ini pasti memiliki hikmah. Yang terpenting ialah bagaimana kita menyikapinya dengan bijaksana. Semua bentuk musibah atas kehendak-Nya. Kita dituntut ridho seperti ridhonya warga Mesir yang negerinya dihujani es batu.

Usr. Wandi Bustami, Lc., MA
Pondok Tafaqquh. Kepau Jaya. 15.02.2021

About the author

Supriadi, ia Lahir 13 Mei 1998 di Desa Padang Sawah, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Ia adalah putra bungsu dari Bpk H. Sadario dan Ibu Hj. Rosmiati. Ia menempuh pendidikan dimulai dari SDN 017/003 di Desa Kelahirannya, dilanjutkan nyantri di Pondok Pesantren Dar-El Hikmah Pekanbaru-Riau selama 6 tahun. Waktu berjalan dan terus berjalan, hingga Allah menakdirkan ia masuk di Prodi Hukum Islam, Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.
Di sana ia memiliki 4 mimpi baru, yaitu peneliti, motivator, entrepreneur, dan da’i. Sejak di kampus, ia aktif menulis gagasan ilmiah, mengikuti event-event Nasional dan Internasional, mengajar agama untuk anak-anak Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), berdakwah dan aktif menulis jurnal ilmiah. Ia tidak hanya aktif mengikuti organisasi-organisasi kampus, maupun di luar kampus, tapi ia juga berperan aktif di tengah masyarakat dengan mengabdi sebagai marbot masjid. Selama ia kuliah S1 di UII ia telah menorehkan lebih dari 30 penghargaan prestasi dari institusi ternama di Dalam Negeri & di Luar Negri.
Ia juga telah beberapa kali menjadi Speaker (pembicara) di kegiatan International Conference di 3 Benua. Ia juga dipercaya Pimpinan Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indonesia menjadi Ketua Mahasiswa Editor Jurnal at-Thullab. Ia juga sempat terpilih menjadi mahasiswa Hukum Islam Berprestasi serta mahasiswa terbaik 2018/2019. Dan sekarang ia menjadi asisten Wakil Dekan II di Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indonesia (2020).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat