KAMU BISA MENJADI YANG TERBAIK

Jika Anda berfikir bahwa penampilan maupun kemampuan Anda berada dibawah orang lain, maka sikap Anda akan minder. Jika pikiran Anda mengatakan bahwa Anda memiliki potensi yang sama dengan orang lain, maka Anda akan percaya diri. Apakah Anda setuju dengan statement ini? Ah! Anda terlalu lama mikirnya. Baiklah saya lanjutkan..

Orang yang malas memiliki pikiran bahwa kekurangan dia sudah takdir sehingga dia akan tetap miskin, dia akan tetap bodoh, dia akan tetap seperti itu saja meskipun telah berusaha. Sedangkan orang yang rajin akan berfikiran bahwa kita harus berusaha dulu baru kemudian tawakkal atau menyerahkan kepada Allah. Karena memang Allah memerintahkan yang demikian, usaha dulu baru tawakkal.

Kawan, terkadang di hati kecilku selalu muncul pertanyaan. Kenapa orang itu bisa, dan aku tidak bisa? Kenapa orang itu mampu sementara aku tak mampu melakukannya. Bukankah dia juga sama seperti aku, bukankah dia juga suka bermain, dan lain-lainnya? Yah, hampir sama aktivitasnya, tidak jauh berbeda dengan aktivitas yang aku kerjakan setiap harinya. Tapi kenapa hasil dari 365 harinya ia mampu menciptakan karya-karya besar dan mengagumkan, nah bagaimana dengan aku? Pertanyaan semacam itulah yang sering muncul di hati kecilku, hingga akhirnya aku berpikir, berpikir dan banyak bertanya kepada mereka yang telah sukses. Apakah kamu juga demikian? Kalau iya, berarti kamu saaangat bagus, karena sudah mau untuk berfikir.

Sahabatku, betapa luasnya nikmat dan keadilan  Allah, sehingga ia memberikan nikmat waktu yang merata bagi semua orang. Tidak ada yang dilebih-lebihkan, dan tidak ada pula yang dikurangi. Kita mempunyai waktu yang sama, 24 jam dalam sehari, atau 1440 menit dalam sehari, atau 864.600 detik setiap harinya.

Akan tetapi, kenapa banyak orang yang memiliki kapasitas dan pencapain yang lebih besar dari kita? Dengan 24 jam sehari, atau 1440 menitnya, atau 864.600 setiap detiknya ada orang yang menghabiskannya dengan bekerja keras, belajar dengan giat, meniti karier hingga dalam 365 hari berlalu ada banyak prestasi, dan melahirkan banyak karya-karya besar yang mengagumkan, bukan hanya keberhasilan dalam dirinya, tapi juga keberhasilan bagi orang yang dipimpinnya, dan orang-orang dalam pusarannya.

Namun, engkau jangan kaget jika 365 harimu berlalu tanpa prestasi dan tidak memiliki karya sedikit pun. Bagaimana tidak? Anda menghabiskan 24 jamnya sehari-hari dengan bermain, bersenang-senang, tanpa pengorbanan yang penuh arti, pada tempat yang tidak bermanfaat bagi pencapaian Anda.

Kawan, apalagi gerangan yang engkau tunggu, apalagi yang mesti engkau pikirkan? Ayo kejar mimpimu! Yah, Kejar mimpimu sekarang juga! Jika engkau masih kebingungan langkah apa yang mesti kau awali munuju suksesmu, maka coba engkau tanyakan kepada mereka yang sukses, engkau tanyakan kepada meraka bagaimana caranya, atau Anda mengikuti jejak orang yang sukses menurutmu. Jangan sesekali memikirkan hasil kawan, jalani saja aktivitasmu dengan seksama, soal hasil itu urusan Yang Maha Kuasa, tugasmu berusaha melakukannya dengan sebaik mungkin dan memperbanyak doa.

Kawan, apalagi yang engkau pikirkan? Aku berusaha mengetuk pintu hatimu, agar engkau mau bergerak dan memperjuangkan mimpimu. Karna aku yakin, kau mampu menjadi orang terbaik di negeri ini. Aku saja yang bukan siapa-siapa bagimu. Mungkin kita juga tidak kenal, tapi aku yakin, saaangat yakin, dengan kemampuan dalam dirimu bahwa engkau bisa mengerjakan semuanya dan engkau bisa sukses.

Masa iya.. engkau selaku pemilik dirimu, engkau yang menggerakkan roda fikiranmu, tapi tidak percaya akan kemampuan terhebatmu? Kawan, sekarang mulailah berpikir untuk langkahmu ke depan, dan lakukan pekerjaanmu dengan baik. Yakinlah kamu mampu melakukan seperti yang dilakukan orang lain, bahkan kamu lebih dari mampu jika kamu mulai dengan niat yang baik ditambah dengan kerja yang lebih keras lagi.

Yakinlah, jika orang lain bisa, berarti kamu juga bisa. Andai orang lain mampu melakukannya, kamu jangan remeh dulu dengan dirimu, harus yakin kalau kamu juga mampu melakukannya. Kawan, Yakinkan dirimu, sebab keyakinan dengan hati dapat mengalahkan keraguan yang ada pada dirimu, dan mulailah berprinsip lebih baik saya korbankan masa muda saya untuk berjuang mengejar mimpi daripada saya mengorbankan masa depan saya dengan banyak bermain.

About the author

Supriadi, ia Lahir 13 Mei 1998 di Desa Padang Sawah, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Ia adalah putra bungsu dari Bpk H. Sadario dan Ibu Hj. Rosmiati. Ia menempuh pendidikan dimulai dari SDN 017/003 di Desa Kelahirannya, dilanjutkan nyantri di Pondok Pesantren Dar-El Hikmah Pekanbaru-Riau selama 6 tahun. Waktu berjalan dan terus berjalan, hingga Allah menakdirkan ia masuk di Prodi Hukum Islam, Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.
Di sana ia memiliki 4 mimpi baru, yaitu peneliti, motivator, entrepreneur, dan da’i. Sejak di kampus, ia aktif menulis gagasan ilmiah, mengikuti event-event Nasional dan Internasional, mengajar agama untuk anak-anak Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), berdakwah dan aktif menulis jurnal ilmiah. Ia tidak hanya aktif mengikuti organisasi-organisasi kampus, maupun di luar kampus, tapi ia juga berperan aktif di tengah masyarakat dengan mengabdi sebagai marbot masjid. Selama ia kuliah S1 di UII ia telah menorehkan lebih dari 30 penghargaan prestasi dari institusi ternama di Dalam Negeri & di Luar Negri.
Ia juga telah beberapa kali menjadi Speaker (pembicara) di kegiatan International Conference di 3 Benua. Ia juga dipercaya Pimpinan Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indonesia menjadi Ketua Mahasiswa Editor Jurnal at-Thullab. Ia juga sempat terpilih menjadi mahasiswa Hukum Islam Berprestasi serta mahasiswa terbaik 2018/2019. Dan sekarang ia menjadi asisten Wakil Dekan II di Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indonesia (2020).

3 Comments:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat