Orang Munafik Dipercaya Sebagai Pemimpin di Akhir Zaman

Estafet kepemimpinan tidak akan pernah kosong selama dunia ini terbentang, karena keberadaan seorang pemimpin dalam mengurusi agama dan negara suatu keharusan. Kedua-duanya ibarat mata uang yang tidak bisa dipisah. Imam al-Mawardi (w 450 H) dalam al-Ahkām al-Sulthāniah menyatakan dengan tegas al-Imāmah (kepemimpinan) di dalam Islam (untuk mengurusi) agama dan dunia (negara) hukumnya wajib.

Rasulullah SAW dan Cahaya

Di kala penduduk Mekkah mengalami degradasi moral yang tajam, Allah swt mengutus seorang manusia agung. Ia bukan saja mulia dari segi nasab, budi pekerti yang baik dan suka membantu antar sesama. Muhammad muda menjadi suluh di tengah kegelapan. Syekh Sofiyurrahman dalam ar-Rahiq al-Makhtum bertutur: Muhammad muda telah berhasil menyatukan pertikaian antar kabilah melalui peristiwa peletakkan hajar Aswad pasca renovasi bangunan Ka’bah.