Pemuda Subuh Bersama al-Qur’an

Apakah usia Anda masih Muda, atau sudah beranjak tua? Atau jangan-jangan Anda masih kanak-kanak? Ah! Itu tidak penting, yang terpenting sudahkah Anda membaca al-Qur’an hari ini? Dan kapan terakhir kali Anda menunaikan shalat subuh berjamaah di masjid?

Kawan, Allah tak janjikan langit selalu biru, bunga selalu mekar, bahkan mentari selalu bersinar, tapi Allah janjikan kekuatan dan kenikmatan bagi pemuda subuh bersama al-Qur’an. Ada sebuah pesan pada subuh nan jelita, di mana dingin yang mulai menyusup dalam rahang jiwa namun, tak gentar pemuda subuh menyelaminya untuk bisa menjumpai subuh itu bersama al-Qur’annya.

Sahabat, jika engkau sudah mampu menaklukkan subuhmu, maka tidak sulit bagi engkau untuk menaklukkan dunia. bukankah menjaga shalat subuh itu amat sulit, berat dan butuh kesabaran. Lantaran itulah Allah bersama orang-orang yang sabar. Pemuda yang tak mampu menaklukkan subuhnya ia laksana embun pagi yang lenyap dari bukit shofa, tak tangguh, tak bermakna, dan lemah. Walau terkadang, indera penglihatan kita terbuka sayup-sayup, seakan melambai-lambai menyuruh kita bangkit dari lelapnya tidur, mendengar syahdunya suara azan dari corong masjid, tapi rasa malas masih sering menyelimuti kita. Ingatlah! Satu dari sekian tanda orang munafik kata Nabi adalah melalaikan shalat subuh.

Sahabatku semua, mungkin selama ini Anda sudah sangat jarang mengerjakan shalat subuh, lalai mengerjakanya. Namun, apalah daya karena waktu sudah terlampaui. Namun, sisa umur masih ada, masih bisa kita mengulangi shalat subuh hari esok hingga hayat menjemput kita. Namun, bagaimana dengan al-Qur’anmu sobat?

Seringkah engkau membaca al-Qur’anmu atau hampir tidak pernah lagi. Mungkin terakhir kali membaca al-Qur’an waktu kecil saja, semenjak mulai tumbuh dewasa seolah al-Qur’an menjadi barang antik, hanya sebatas koleksian saja di rumah, karena tidak lagi dibaca. Sobat, tidakkah engkau malu pada dirimu yang jarang shalat subuh berjamaah? Semoga Allah memberikan ampunnya sebelum roh ada dikerongkongan kita, dan semoga Allah merahmati kita semua. Aamiin

About the author

Supriadi, ia Lahir 13 Mei 1998 di Desa Padang Sawah, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Ia adalah putra bungsu dari Bpk H. Sadario dan Ibu Hj. Rosmiati. Ia menempuh pendidikan dimulai dari SDN 017/003 di Desa Kelahirannya, dilanjutkan nyantri di Pondok Pesantren Dar-El Hikmah Pekanbaru-Riau selama 6 tahun. Waktu berjalan dan terus berjalan, hingga Allah menakdirkan ia masuk di Prodi Hukum Islam, Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.
Di sana ia memiliki 4 mimpi baru, yaitu peneliti, motivator, entrepreneur, dan da’i. Sejak di kampus, ia aktif menulis gagasan ilmiah, mengikuti event-event Nasional dan Internasional, mengajar agama untuk anak-anak Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), berdakwah dan aktif menulis jurnal ilmiah. Ia tidak hanya aktif mengikuti organisasi-organisasi kampus, maupun di luar kampus, tapi ia juga berperan aktif di tengah masyarakat dengan mengabdi sebagai marbot masjid. Selama ia kuliah S1 di UII ia telah menorehkan lebih dari 30 penghargaan prestasi dari institusi ternama di Dalam Negeri & di Luar Negri.
Ia juga telah beberapa kali menjadi Speaker (pembicara) di kegiatan International Conference di 3 Benua. Ia juga dipercaya Pimpinan Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indonesia menjadi Ketua Mahasiswa Editor Jurnal at-Thullab. Ia juga sempat terpilih menjadi mahasiswa Hukum Islam Berprestasi serta mahasiswa terbaik 2018/2019. Dan sekarang ia menjadi asisten Wakil Dekan II di Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indonesia (2020).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat