Penegak Hukum dan Akhir Zaman

Oleh: al-Ustadz. Wandi Bustami, Lc., M.Ag

Salah satu dari sekian banyak fenomena yang akan berlaku di akhir zaman adalah ketimpangan dalam penegakan hukum. Ketika masa itu tiba, orang-orang sulit mendapatkan keadilan dan bahkan mereka dizhalimi.

Muhammad Ahmad al-Mubayyadh dalam al-Mausū’ah fi al-Fitani wa al-Malāhim wa Asy-Rāti as-Sā’ah dan Yūsuf al-Wābil dalam Asy-Rātu as-Sā’ah berkata: Berlaku hal demikian karena dunia kala itu penuh dengan kejahatan dan kezhaliman yang kemudian setelahnya akan dipenuhi dengan keamanan dan dan keadilan.

Jika ditela’ah lebih jauh sebab berlakunya kejahatan dan kezhaliman tersebut maka dapat disimpulkan pada empat hal ini yaitu munculnya: 1) Pemimpin yang zhalim, 2) Menteri yang fasik, 3) Hakim yang pengkhianat dan 4) Ulama yang pendusta.

Rasulullah saw bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: يَكُونُ فِي آخِرِ الزَّمَانِ أُمَرَاءُ ظَلَمَةٌ، وَوُزَرَاءُ فَسَقَةٌ، وَقُضَاةٌ خَوَنَةٌ، وَفُقَهَاءُ كَذَبَةٌ، فَمَنْ أَدْرَكَ مِنْكُمْ ذَلِكَ الزَّمَنَ فَلا يَكُونَنَّ لَهُمْ جَابِيًا وَلاَ عَرِيفًا وَلاَ شُرْطِيًّا.

Artinya: “Dari Abu Hurairah ra berkata: Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: Akan datang di akhir zaman nanti para penguasa yang memerintah dengan sewenang-wenang, para pembantunya (menteri-menterinya) fasik, para hakimnya menjadi pengkhianat hukum, dan para ahli hukum Islam/ulama (fuqaha’nya) menjadi pendusta. Sehingga siapa saja di antara kalian yang mendapati zaman itu, maka sungguh kalian jangan menjadi pemungut cukai”. (HR. Thabrani).

Dalam hadits lain disebutkan orang-orang yang tidak adil dalam menegakkan hukum pada zaman itu mendapat laknat dari Allah swt.

Rasulullah saw bersabda:

عَنْ أَبِي أُمَامَةَ قَالَ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – يَقُولُ: سَيَكُونُ فِي آخِرِ الزَّمَانِ شُرَطَةٌ، يَغْدُونَ فِي غَضِبِ اللهِ، وَيَرُوحُونَ فِي سَخَطِ اللهِ، فَإِيَّاكَ أَنْ تَكُونَ مِنْ بِطَانَتِهِمْ .

Artinya: “Dari Abi Umamah berkata: Saya mendengar Rasulullah saw bersabda: Di akhir zaman, akan ada para penegak hukum yang pergi dengan kemurkaan Allah dan kembali dengan kemurkaan Allah, maka hati-hatilah engkau agar tidak menjadi kelompok mereka”. (HR. Thabrani).

Imam al-Munāwī (w 1031 H) dalam at-Taisīr bi Syarhi al-Jāmi’ as-Shaghīr berkata: ‘Di akhir zaman akan ada para penegak hukum’ yang dimaksud ialah orang-orang yang memangku kekuasaan.

Ali bin as-Syeikh al-‘Azīzī dalam as-Sirāju al-Munīr berkata: Kata Syurathah dengan huruf ra (رَ)yang berbaris atas (fathah) bermakna orang-orang yang berada di lingkungan para penguasa.

Hadits di atas disebut kata al-Bithānah yang bermakna teman dekat. Makna ‘teman dekat’ ialah orang-orang yang diberi kepercayaan untuk menjalankan sebuah tugas. Ketika teman dekat dari kalangan ulama yang baik maka hukum akan tegak dengan gagah, namun jika teman dekat ulama sū’ (jahat) maka keputusan hukum pun akan rusak.

Maka oleh karenanya Allah swt melarang mengambil teman kepercayaan dari orang-orang luar yang tidak amanah.

Allah swt berfirman:

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تَتَّخِذُوْا بِطَانَةً مِّنْ دُوْنِكُمْ لَا يَأْلُوْنَكُمْ خَبَالًاۗ وَدُّوْا مَا عَنِتُّمْۚ قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاۤءُ مِنْ اَفْوَاهِهِمْۖ وَمَا تُخْفِيْ صُدُوْرُهُمْ اَكْبَرُ ۗ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الْاٰيٰتِ اِنْ كُنْتُمْ تَعْقِلُوْنَ ١١٨

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu menjadikan teman orang-orang yang di luar kalanganmu (seagama) sebagai teman kepercayaanmu, (karena) mereka tidak henti-hentinya menyusahkan kamu. Mereka mengharapkan kehancuranmu. Sungguh, telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang tersembunyi di hati mereka lebih jahat. Sungguh, telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu mengerti”. (QS Ali Imrān 118).

Nabi Muhammad saw pernah menyampaikan bahwa kaum yang mendapat laknat tersebut pasti akan muncul. Ciri mereka ialah membawa cemeti seperti ekor sapi.

Rasulullah saw bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ يَقُولُ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنْ طَالَتْ بِكُمْ مُدَّةٌ أَوْشَكَ أَنْ تَرَوْا قَوْمًا يَغْدُونَ فِي سَخَطِ اللَّهِ وَيَرُوحُونَ فِي لَعْنَةِ اللَّهِ فِي أَيْدِيهِمْ مِثْلُ أَذْنَابِ الْبَقَرِ.

Artinya: “Dari [Abu Hurairah] berkata; Aku mendengar Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam Bersabda: “Sekiranya umur kalian panjang, kalian akan menyaksikan suatu kaum di pagi hari mereka dalam murka Allah dan di sore hari dalam laknat Allah, pada tangan-tangan mereka terdapat seperti ekor sapi”. (HR. Muslim).

Terdapat riwayat lain yang menyatakan bahwa kelak di akhirat mereka termasuk penghuni neraka.

Rasulullah saw bersabda:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا، قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ، وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلَاتٌ مَائِلَاتٌ، رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ، لَا يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ، وَلَا يَجِدْنَ رِيحَهَا، وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا»

Artinya: “Dari Abu Hurairah ra berkata, Rasulullah saw bersabda: Ada dua gologan penduduk neraka yang keduanya belum pernah aku lihat. 1) Kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi yang dipergunakannya untuk memukul orang. 2) Wanita-wanita berpakaian, tetapi sama juga dengan telanjang (karena pakaiannya tembus pandang, ketat) berjalan dengan berlenggang-lenggok, mudah dirayu atau suka merayu, rambut mereka (disasak) bagaikan punuk unta. Wanita-wanita tersebut tidak masuk surga, bahkan tidak dapat mencium bau surga. Padahal bau surg aitu dapat tercium dari begini dan begini“. (HR. Muslim).

al-Ustadz. Wandi Bustami, Lc. M.Ag

About the author

Supriadi, ia Lahir 13 Mei 1998 di Desa Padang Sawah, Kecamatan Kampar Kiri, Kabupaten Kampar, Provinsi Riau. Ia adalah putra bungsu dari Bpk H. Sadario dan Ibu Hj. Rosmiati. Ia menempuh pendidikan dimulai dari SDN 017/003 di Desa Kelahirannya, dilanjutkan nyantri di Pondok Pesantren Dar-El Hikmah Pekanbaru-Riau selama 6 tahun. Waktu berjalan dan terus berjalan, hingga Allah menakdirkan ia masuk di Prodi Hukum Islam, Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.
Di sana ia memiliki 4 mimpi baru, yaitu peneliti, motivator, entrepreneur, dan da’i. Sejak di kampus, ia aktif menulis gagasan ilmiah, mengikuti event-event Nasional dan Internasional, mengajar agama untuk anak-anak Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA), berdakwah dan aktif menulis jurnal ilmiah. Ia tidak hanya aktif mengikuti organisasi-organisasi kampus, maupun di luar kampus, tapi ia juga berperan aktif di tengah masyarakat dengan mengabdi sebagai marbot masjid. Selama ia kuliah S1 di UII ia telah menorehkan lebih dari 30 penghargaan prestasi dari institusi ternama di Dalam Negeri & di Luar Negri.
Ia juga telah beberapa kali menjadi Speaker (pembicara) di kegiatan International Conference di 3 Benua. Ia juga dipercaya Pimpinan Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indonesia menjadi Ketua Mahasiswa Editor Jurnal at-Thullab. Ia juga sempat terpilih menjadi mahasiswa Hukum Islam Berprestasi serta mahasiswa terbaik 2018/2019. Dan sekarang ia menjadi asisten Wakil Dekan II di Fakultas Ilmu Agama Islam Universitas Islam Indonesia (2020).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat