Faktor Mengapa Umat Islam Lemah

Umat Islam merupakan umat yang satu. Dalam berkasih sayang dan mencintai mereka bagaikan satu tubuh yang apabila satu dari anggota tubuhnya sakit maka anggota tubuh lainnya pun ikut bersama-sama merasakan sakit. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam juga pernah menggambarkan bahwa orang islam itu dalam kebersamaan bagaikan sebuah bangunan yang kokoh.

Mempererat Tali Persaudaraan Di Hari yang Fitri

اَللهُ أَكْبَرُ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ ِللهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلاً، لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ، صَدَقَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَأَعَزَّ جُنْدَهُ، وَهَزَمَ اْلأَحْزَابَ وَحْدَهُ، لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَلاَ نَعْبُدُ إِلاَّ إِيَّاهُ مُخْلِصِيْنَ لَهُ الدِّيْنَ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُوْنَ، لاَ إِلهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ أَكْبَرُ، اَللهُ أَكْبَرُ وَللهِ الْحَمْدُ

Hindari Dua Hal ini, Niscaya Umat Islam akan Bangkit

Setiap orang beriman mesti memperhatikan bagaimana anak-cucu keturunannya di kemudian hari. Karena mereka adalah jembatan yang menghubungkan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Syekh Yusuf al-Qardhawi dalam Jailu an-Nashri al-Mansyūd mengatakan suatu generasi harus memiliki sifat yang mengajak kepada al-haq (kebenaran) dan al-‘Adl (keadilan).