Pemuda Subuh Bersama al-Qur’an

Kawan, Allah tak janjikan langit selalu biru, bunga selalu mekar, bahkan mentari selalu bersinar, tapi Allah janjikan kekuatan dan kenikmatan bagi pemuda subuh bersama al-Qur’an. Ada sebuah pesan pada subuh nan jelita, di mana dingin yang mulai menyusup dalam rahang jiwa namun, tak gentar pemuda subuh menyelaminya untuk bisa menjumpai subuh itu bersama al-Qur’annya.

Tanda Kejahilan di Akhir Zaman

“Akan tiba suatu zaman atas manusia dimana perhatian (obsesi) mereka hanya tertuju pada urusan perut dan kehormatan mereka hanya pada kekayaan (benda) semata, kiblat mereka hanya urusan wanita (seks) dan agama mereka adalah uang (harta, emas dan perak). Mereka adalah makhluk Allah swt yang terburuk dan tidak akan memperoleh bagian di sisi Allah swt di akhirat kelak”. (HR. As-Sullami)

Orang Munafik Dipercaya Sebagai Pemimpin di Akhir Zaman

Estafet kepemimpinan tidak akan pernah kosong selama dunia ini terbentang, karena keberadaan seorang pemimpin dalam mengurusi agama dan negara suatu keharusan. Kedua-duanya ibarat mata uang yang tidak bisa dipisah. Imam al-Mawardi (w 450 H) dalam al-Ahkām al-Sulthāniah menyatakan dengan tegas al-Imāmah (kepemimpinan) di dalam Islam (untuk mengurusi) agama dan dunia (negara) hukumnya wajib.

Rasulullah SAW dan Cahaya

Di kala penduduk Mekkah mengalami degradasi moral yang tajam, Allah swt mengutus seorang manusia agung. Ia bukan saja mulia dari segi nasab, budi pekerti yang baik dan suka membantu antar sesama. Muhammad muda menjadi suluh di tengah kegelapan. Syekh Sofiyurrahman dalam ar-Rahiq al-Makhtum bertutur: Muhammad muda telah berhasil menyatukan pertikaian antar kabilah melalui peristiwa peletakkan hajar Aswad pasca renovasi bangunan Ka’bah.